Hero section image background

Pengembangan Kawasan Kopi Berbasis Konservasi di Cimenyan, Bandung Utara: Cegah Longsor!

Kamis, 16 April 2026

Kegiatan dalam Seminggu

130

Postingan ini dilihat

0

Postingan ini dibagikan

Poster post Pengembangan Kawasan Kopi Berbasis Konservasi di Cimenyan, Bandung Utara: Cegah Longsor!

Kawasan Cimenyan yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik lahan kritis di wilayah Bandung Utara kini mulai menatap masa depan baru. Seluas sekitar 121,5 hektare lahan di kawasan tersebut dikembangkan melalui kolaborasi strategis antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pemilik lahan privat dengan pengusahaan komoditas kopi sebagai pendekatan utama.

Sebagai langkah awal, dilaksanakan pilot project penanaman kopi seluas 80 hektare yang diawali pada lahan seluas 20 hektare. Program ini dijalankan melalui pola kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat (Disbun Jabar) dengan pemilik lahan privat, yaitu keluarga Ibu Yoga yang diwakili oleh Ibu Wendy, sejak tanggal 7 April 2026. Skema yang digunakan berupa perjanjian kerja sama dengan dukungan dari pemilik lahan yang memiliki visi sejalan dalam pengelolaan lahan berkelanjutan.

Penanaman kopi ini tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi juga mengedepankan fungsi ekologis dan sosial lingkungan. Pengembangan diarahkan hingga tahap hilirisasi dengan target pasar ekspor, khususnya ke Amerika Serikat, serta melibatkan pemberdayaan petani penggarap sebagai bagian dari sistem produksi.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Bapak Gandjar Yudniarsa, ST, MT, CRMP, QRMP, menyampaikan bahwa inisiatif ini berangkat dari keprihatinan Gubernur Jawa Barat, Bapak Dedi Mulyadi (KDM), terhadap kondisi lahan kritis di Cimenyan yang berkontribusi terhadap berbagai permasalahan hidrologis seperti banjir, kekeringan, dan longsor. Lahan dengan kemiringan di atas 30 persen, apabila tidak ditanami vegetasi keras, berpotensi meningkatkan aliran permukaan (run-off) secara signifikan.

Kegiatan silaturahmi dan koordinasi ini turut dihadiri oleh Ibu Wendy, Bapak Pupun Saefunudin selaku Sekretaris Disbun Jabar, Bapak Moch Sopian Ansori selaku Kepala BPP Disbun Jabar, serta Bapak Anton Nurholis selaku Kepala BBPBP. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Balai Perlindungan Perkebunan (BPP) Disbun Jabar di Pasirjati.

Sebagai solusi, diterapkan model kerja sama yang mengintegrasikan fungsi konservasi dan ekonomi. Melalui skema Nota Kesepahaman (MoU) pinjam pakai aset, Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan dukungan berupa benih kopi serta tanaman Multi Purpose Tree Species (MPTS) seperti alpukat dan nangka. Selama dua tahun masa pendampingan, lahan ditargetkan kembali hijau dan produktif, sebelum nantinya dikelola secara mandiri oleh pemilik lahan dengan tetap melibatkan masyarakat sekitar.

Keterlibatan pihak pemilik lahan menjadi salah satu aspek penting dalam keberhasilan program ini. Ibu Wendy selaku perwakilan keluarga pemilik lahan tidak hanya berkomitmen mengoptimalkan fungsi ekonomi dan ekologis lahan, tetapi juga membuka peluang kerja bagi petani yang selama ini telah menggarap lahan tersebut.

Dalam jangka panjang, pengembangan kawasan ini juga diarahkan pada orientasi pasar global. Ibu Wendy bersama dua saudaranya yang berdomisili di Washington DC, Amerika Serikat, berencana memasarkan kopi Cimenyan ke pasar internasional, khususnya Amerika Serikat. Selain itu, terdapat rencana pengembangan pendidikan vokasi berbasis kopi untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor tersebut.

Hilirisasi menjadi fokus utama agar proses pengolahan dan pemasaran kopi memenuhi standar tinggi, sehingga mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang signifikan. Dengan potensi geografis yang dimiliki, kopi Cimenyan diharapkan dapat bersaing dengan kopi unggulan nasional seperti Kopi Gayo.

Lebih lanjut, jaringan internasional yang dimiliki pihak pemilik lahan juga membuka peluang masuknya investor asing untuk mengembangkan kawasan ini menjadi destinasi agro-wisata berbasis kopi. Baik pihak Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat maupun pihak pemilik lahan memiliki visi yang sama, yaitu menjadikan Cimenyan sebagai “laboratorium kopi” Jawa Barat yang memberikan dampak hingga ke tingkat internasional.

Penulis: AdminBPP