Hero section image background

Mata Air di Cimenyan, Kabupaten Bandung, Ditanami Pohon Aren

Kamis, 30 April 2026

Pelayanan

47

Postingan ini dilihat

0

Postingan ini dibagikan

Poster post Mata Air di Cimenyan, Kabupaten Bandung, Ditanami Pohon Aren

Kawasan mata air Cilembang di Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung bagian utara, ditanami puluhan pohon aren. Penanaman komoditas ini berfungsi sebagai penjaga alami mata air karena memiliki peran ekologis yang kuat sekaligus bernilai ekonomi.

Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat (Disbun Jabar) bersama masyarakat setempat melakukan penanaman pohon aren di sekitar mata air Cilembang pada Senin, 27 April 2026. Penanaman juga dilakukan di area dengan kemiringan tinggi yang berisiko longsor, terutama pada lahan yang sebelumnya banyak ditanami bawang.

Diperkirakan dalam 7 hingga 12 tahun ke depan, apabila tanaman aren tersebut tumbuh hingga dewasa, kawasan sekitar mata air Cilembang akan menjadi lebih sejuk, kualitas sumber air meningkat, serta memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat di wilayah utara Kabupaten Bandung.


Lingkungan Alami Bernilai Ekonomi

Kepala Balai Perlindungan Perkebunan Disbun Jabar, Mochaman Sopian Ansori, di Bandung, Kamis, 30 April 2026, menyampaikan bahwa sebanyak 50 bibit pohon aren telah ditanam di sekitar mata air Cilembang. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya pemulihan lahan kritis di kawasan Bandung utara.

“Pelaksanaannya dilakukan secara gotong royong,” ujarnya.

Provinsi Jawa Barat masih memiliki banyak pohon aren di berbagai wilayah pelosok. Keberadaan pohon ini menjaga kealamian lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

Pohon aren (Arenga pinnata) dikenal sebagai tanaman serbaguna yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Di kawasan hulu, aren kerap disebut sebagai “penjaga mata air” karena kemampuannya menahan erosi, meningkatkan daya serap tanah, serta menjaga ketersediaan air sepanjang musim.


Pengembangan Berkelanjutan

Dengan kombinasi manfaat ekologis dan ekonomi tersebut, pengembangan pohon aren dinilai sebagai solusi berkelanjutan, terutama di wilayah pedesaan dan daerah resapan air. Selain menjaga kelestarian lingkungan, tanaman ini juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Secara produktivitas, pohon aren tidak langsung menghasilkan. Tanaman ini umumnya mulai dapat disadap pada usia 8 hingga 12 tahun, tergantung pada kondisi lahan dan perawatan. Pada lingkungan yang subur dengan ketersediaan air yang cukup, aren dapat mulai berproduksi lebih cepat, yakni sekitar usia 7 hingga 8 tahun.

Tanda utama pohon aren siap disadap adalah munculnya bunga jantan atau tongkol (mayang) yang menjadi sumber nira. Dari satu pohon, produksi nira dapat mencapai 10 hingga 20 liter per hari, dengan masa produktif berkisar antara 2 hingga 5 tahun. Nira tersebut kemudian diolah menjadi berbagai produk, seperti gula aren dan kolang-kaling, yang memiliki nilai ekonomi tinggi di pasaran.

Penulis: AdminBPP