Hero section image background

Lahan Kritis di Cimenyan Bandung Utara Ditanami Kopi, Antisipasi Bencana Pasca El Nino

Kamis, 16 April 2026

Kegiatan dalam Seminggu

120

Postingan ini dilihat

0

Postingan ini dibagikan

Poster post Lahan Kritis di Cimenyan Bandung Utara Ditanami Kopi, Antisipasi Bencana Pasca El Nino

Pemerintah Provinsi Jawa Barat melakukan langkah antisipasi ekologi di kawasan Cimenyan, Kabupaten Bandung, guna menghadapi potensi risiko longsor pasca berakhirnya El Nino 2026. Upaya ini dilakukan melalui penanaman komoditas kopi di sebagian areal lahan privat, dengan tujuan memperkuat struktur tanah sekaligus menjaga fungsi ekonomi yang berkelanjutan. Selama ini, Cimenyan dikenal sebagai salah satu titik lahan kritis di wilayah Bandung Utara yang rawan longsor dan kekeringan.

Melalui Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, program penanaman kopi dilaksanakan secara bertahap dengan pola kerja sama strategis bersama pemilik lahan privat. Luas areal yang direncanakan mencapai sekitar 80 hingga 121,5 hektare. Sebagai tahap awal, pilot project seluas 80 hektare telah dimulai di lahan milik keluarga Ibu Yoga sejak Rabu, 7 April 2026. Ke depan, program ini ditargetkan dapat diperluas hingga mencakup 1.000 hektare lahan kritis lainnya di kawasan Cimenyan, seiring meningkatnya minat dari para pemilik lahan.

Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Bapak Gandjar Yudniarsa, ST, MT, CRMP, QRMP, dalam keterangannya di BPP Disbun Jabar, Ujungberung, Bandung, Rabu, 8 April 2026, kepada perwakilan pemilik lahan privat keluarga Ibu Yoga, yaitu Ibu Wendy, menyampaikan bahwa pengalaman sebelumnya menunjukkan kondisi pasca El Nino kerap memicu kerentanan tanah terhadap bencana. Tanah yang mengalami kekeringan berkepanjangan cenderung menjadi rapuh, sehingga saat diguyur hujan lebat pada periode La Nina berpotensi menyebabkan longsor.

Beliau menjelaskan bahwa persiapan menghadapi kemungkinan kemarau panjang akibat El Nino 2026 harus disertai dengan antisipasi kondisi setelahnya. Oleh karena itu, penanaman kopi di Cimenyan dirancang mencakup aspek yang komprehensif, baik sebagai upaya penguatan struktur tanah untuk mitigasi bencana hidrologi maupun sebagai penggerak ekonomi berkelanjutan. Potensi pengembangan kawasan ini bahkan diperkirakan dapat mencapai lebih dari 1.000 hektare.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Bapak Pupun Saefunudin, menyampaikan bahwa kawasan Cimenyan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata agro perkebunan. Menurut beliau, keberadaan kebun kopi ke depan dapat membuka peluang pengembangan berbagai potensi wisata berbasis alam.

Dari sisi teknis, Kepala Balai Perlindungan Perkebunan Disbun Jabar, Bapak Moch Sopian Ansori, menyatakan kesiapan pihaknya dalam mengawal kesehatan tanaman kopi di kawasan tersebut. Pendekatan pengelolaan tanaman secara ramah lingkungan akan diutamakan guna menghasilkan produksi yang optimal. Selain itu, Kepala BBPBP, Bapak Anton Nurholis, memberikan arahan teknis terkait penggunaan benih kopi unggul yang sesuai dengan karakteristik lahan di Cimenyan.

Perwakilan keluarga pemilik lahan, Ibu Wendy Yoga, menyampaikan bahwa pengembangan tanaman kopi yang ke depan diarahkan menjadi kawasan agrowisata diharapkan tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih sehat, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat yang selama ini menggarap lahan tersebut. Ia menegaskan bahwa aspek kehidupan masyarakat sekitar telah menjadi bagian dari perencanaan pengembangan kawasan ini.

Penulis: AdminBPP