
Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat (Disbun Jabar) terus melakukan pemeliharaan terhadap pohon-pohon kelapa yang baru ditanam di sejumlah kawasan strategis di Kabupaten Subang dan Kabupaten Karawang. Kegiatan ini dilaksanakan di sepanjang jalur Lembur Pakuan–Kalijati (Subang) hingga Kaliwadas (Karawang) guna memastikan tanaman tumbuh optimal sekaligus memperindah lanskap kawasan.
Program penanaman kelapa ini merupakan bagian dari upaya mengembalikan populasi pohon kelapa yang dahulu banyak tumbuh di wilayah Subang dan Karawang. Selain memiliki nilai ekonomi sebagai sumber pangan, pohon kelapa juga berperan penting dalam menjaga kelestarian lingkungan. Pada masa lalu, kawasan Jawa Barat dikenal memiliki pemandangan khas berupa deretan pohon kelapa yang berpadu dengan hamparan sawah dan kebun di sepanjang jalan.
Ditargetkan Tumbuh Optimal
Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Gandjar Yudniarsa, melalui Kepala Balai Perlindungan Perkebunan (BPP) Jawa Barat, Mochamad Sopian Ansori, menjelaskan bahwa pemeliharaan tanaman meliputi pembersihan area tanam, pengendalian gulma, penyiraman, serta pemantauan kondisi tanaman secara berkala. Upaya ini dinilai penting karena tanaman masih berada pada fase awal pertumbuhan yang memerlukan perhatian khusus.
Selain di Subang, penanaman juga dilakukan di kawasan Kaliwadas, Kabupaten Karawang, dengan jumlah sekitar 8.000 pohon kelapa. Pemeliharaan rutin dilakukan setiap minggu terhadap sekitar 150 pohon.
“Pertumbuhan tanaman secara umum cukup baik. Namun, pada beberapa lokasi ditemukan serangan hama kumbang daun kelapa (Brontispa longissima) dan ulat kantong dengan tingkat serangan yang cukup tinggi. Untuk pengendaliannya dilakukan aplikasi agens hayati melalui produk metabolit sekunder Bang Ali yang mengandung Beauveria bassiana dan Trichoderma sp.,” ujar Mochamad Sopian Ansori.
Menurutnya, pemeliharaan intensif idealnya dilakukan hingga tanaman berumur sekitar tiga tahun atau sampai memasuki fase menghasilkan. Pada periode tersebut, tanaman difokuskan untuk memperbesar pangkal batang (bonggol) serta mengembangkan sistem perakaran yang kuat dan luas. Setelah berumur lebih dari tiga tahun, akar tanaman umumnya telah mampu menembus lapisan tanah yang lebih dalam sehingga dapat memperoleh air dan unsur hara secara mandiri.
Selain berfungsi sebagai penghijauan, keberadaan deretan pohon kelapa di sepanjang jalur tersebut diharapkan dapat menciptakan suasana yang lebih asri dan memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekitar. Disbun Jabar menargetkan seluruh tanaman yang telah ditanam dapat tumbuh sehat dan memberikan manfaat jangka panjang, baik dari aspek estetika, lingkungan, maupun ekonomi.
Melalui pemeliharaan yang berkelanjutan, koridor hijau Lembur Pakuan–Kalijati–Kaliwadas diharapkan dapat menjadi salah satu ikon lanskap Kabupaten Subang dan Kabupaten Karawang sekaligus mendukung program penghijauan serta pelestarian lingkungan di Jawa Barat.
Penulis: AdminBPP



